Jakarta Macet, Tarif Parkir Diusulkan Rp 15.000/Jam

Jakarta Macet, Tarif Parkir Diusulkan Rp 15.000/Jam

tarif-parkir

Agar tidak terjadi lonjakan kendaraan pribadi di kota besar termasuk di Jakarta, pemerintah daerah (Pemda) diminta tidak ragu menetapkan kebijakan tarif parkir tinggi. Tidak tanggung-tanggung agar mau ada efek jera bagi pengendara mobil pribadi, tarif parkir diusulkan Rp 15.000/jam.

Selain penetapan tarif parkir yang tinggi, kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar juga harus dilakukan. Dengan diberlakukan ERP dan tarif parkir yang tinggi, para pengguna kendaraan pribadi di Ibu Kota diharapkan dapat beralih ke transportasi massal.

Kebijakan ini diambil karena kekhawatiran makin penuh dan membludaknya jalan oleh serbuan kendaraan pribadi. Apalagi dengan dikeluarkan produk mobil murah ditambah tidak ada kebijakan pembatasan umur kendaraan membuat kapasitas jalan tidak lagi mendukung.

Nantinya, pendapatan parkir dan ERP dapat digunakan pemda untuk mengembangkan transportasi publik yang nyaman, cepat dan murah.

Sumber: DetikFinance

loading…


[related_post themes="flat" id="2061"]

12 Responses to "Jakarta Macet, Tarif Parkir Diusulkan Rp 15.000/Jam"

  1. Andi Muqsith  8 Januari 2014 at 21:47

    kalau saya sangat setuju, apalagi dari hasil parkir itu dijadikan untuk pemeliharaan fasilitas transport public kenapa tidak. lanjut kan saja

    Balas
  2. antie  8 Januari 2014 at 21:50

    Wacana parkir 15000/jam = wacana peluang menjadi koruptor.

    Balas
  3. Novi  14 Januari 2014 at 10:08

    Menurut saya, mendingan senin sampai sabtu tarif parkir 15rb , tp hari minggu kembali jd tarif yg biasa. Minggu kan hari weekend jd wajar kl ada yg naik mobil utk jalan2

    Balas
  4. orkes_22  14 Januari 2014 at 10:18

    ini sungguh tidak berpihak kepada rakyat kecil, sunGguh suatu ide yg glla dann tidak d masuk akal, klu seandai nya kesejaahtraan pekerja nya besar sh tidak masalah, kesejahteraan perkerjaan aja mash mkan 1x sehari, + lagii parkiir 15000/jam, + gk makan nanti nya

    Balas
    • cantik  20 Januari 2014 at 20:35

      Lah, kataya rakyat kecil, tapi kok mampu beli mobil? Kalau mampu beli mobil seharusnya mampu dong bayar parkir 15 ribu.

      Balas
  5. nafis  16 Januari 2014 at 10:28

    saya sangat setuju sekali… Lebih mahal lebih bagus…tapi Fasilitas traspormasi umum di bagusin juga… Kapan lagi jakarta jalanan nya sepi kayak negri tetangga

    Balas
  6. key you  5 Februari 2014 at 12:33

    setuju.. tolong dipercepat donk pak pemerintah

    Balas
  7. syamsudin  6 Maret 2014 at 05:42

    Bagus sih tuk kebijakan pemerintah,tp kebanyakan yg bawa mobil adalah driver yaitu orang yg masih bekerja sama orang laen,gimana nasib driver2 ini..tolong diperhatikan dulu kesejahteraan para driver dulu..

    Balas
  8. andri  29 Mei 2014 at 13:45

    boleh kalau mau sepertri inii
    tapi tolong pastikan kelayakan dari transport umum itu terlebi dahulu

    Balas
  9. toil  29 Mei 2014 at 14:02

    Rentan korupsi. Parkir liar pinggir jalan bakal marak. KRL, TransJ, aja masih berjubel , banyak copet dll. Sebaiknya transportasi umumnya dahulu dibenahi, bakal tak mungkin para pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan..

    Balas
  10. Dian  29 Mei 2014 at 18:50

    harusnya ada perbedaan sih kesian kalo usaha rental soundsystem kecil kayak saya , parkir dihotel hotel udah mahal apalagi kalo sampe tarif yg biasa jadi 15rb perjam , sementara harga sewa soundsystem nya blom bisa dinaikin….kesian…kesian….kesiaaaan

    Balas

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia