Berburu Kuliner Unik di Jakarta

Berburu Kuliner Unik di Jakarta

sate_kobra

Bosan dengan menu kuliner yang biasa-biasa saja? Atau sedang berburu menu-menu kuliner yang unik dan berbeda? Tenang, di Jakarta banyak pilihan tempat untuk berburu menu-menu kuliner yang unik. Ya, seperti judul buku baru Bapak Presiden kita yang terhormat itu, “Selalu Ada Pilihan”, Jakarta tidak pernah kehabisan tempat kuliner termasuk untuk menu-menu unik dan berbeda.

Menu-menu unik ini bukanlah menu yang wajar ditemui di pasar atau restoran yang sering kita kunjungi. Beberapa diantara menu ini diyakini memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit tertentu dan menambah stamina tubuh. apa saja menu unik itu dan dimana tempatnya? Ini dia beberapa diantaranya.

1. Sate Kobra
Mungkin menu ular kobra sudah tidak asing lagi, dan beberapa daerah memiliki tradisi memakan ular. Hewan yang satu ini diyakini memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit kulit seperti exim, gatal-gatal, hingga penyakit paru-paru. Selain itu organ empedu hewan reptil ini juga diyakini bisa menambah vitalitas dan gairah seks pria.

Di Jakarta beberapa tempat makan yang menyediakan menu ini bisa ditemui di daerah Kota. Biasanya disajikan dengan cara masak yang beragam seperti sate, kuah sayur atau digoreng. Harga bervariasi tergantung dari ukuran ular, biasanya berkisar anatara 60 ribu hingga 100 ribu rupiah.

2. Sate Biawak
Sama dengan ular, biawak juga diyakini memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Biawak juga sudah sering dijadikan santapan oleh masyarakat. Tekstur dagingnya lebih kenyal dari ular. Selain itu kulit biawak sering pula dijadikan bahan-bahan untuk kerajinan seperti belt, tas, dan lainnya.

Anda bisa menemui banyak penjual sate biawak di daerah Bandengan, Mangga Besar, dan Kelapa Gading. Harganya cukup terjangkau, tidak jauh berbeda dengan menu ular.

3. Sate Kelinci
Terbayang dengan lucunya bentuk hewan ini dan muncul perasaan tidak tega? Sebenarnya kelinci sudah lama dijadikan panganan, hingga sekarang menu kelinci masih disukai banyak orang.

Salah satu warung sate kelinci yang sudah terkenal adalah warung sate kelinci H. Zaenal di bilangan Kali Malang, Jakarta Timur. Di warung ini bisa ditemui beberapa jenis masakan olahan daging kelinci, mulai dari sate, tongseng, hingga kelinci bakar. Harga cukup bersahabat, sekitar 20 ribu per porsinya.

Rasa dagingnya empuk dan manis, teksturnya yang halus mirip dengan daging ayam. Diyakini, kelinci memiliki khasiat untuk mengobati penyakit asma. Penasaran untuk mencoba?

4. Sate Trenggiling
Memang terdengar sedikit aneh rasanya mendengar binatang ini ternyata bisa dikonsumsi sebagai makanan. Membayangkannya-pun agak sulit, karena selain kulitnya yang keras, banyak dari kita yang pasti belum mengetahui apakah binatang yang satu ini bisa dikonsumsi. Tapi kenyataannya, di daerah Bogor, Jawa Barat, ada beberapa tempat yang menyediakan makanan ini. Masyarakat sekitar meyakini jika trenggiling bisa mengobati penyakit asma dan berbagai penyakit lain. Dibanderol dengan harga 30 ribu rupiah per 10 tusuk, daging trenggiling merupakan salah satu makanan unik yang ada disekitar Jakarta yang mungkin bisa Anda coba. Tidak ada salahnya mencoba bukan? Hahaha.

5. Sate Kelelawar (Kalong)
Sebenarnya makanan ini lebih terkenal di Manado, disana makanan ini dikenal dengan sebutan Paniki. Daging kelelawar dipercaya bisa membantu mengobati penyakit asma dan juga penyakit kulit. Di Jakarta sendiri makanan ini memang agak sulit ditemui, tapi Anda mungkin bisa menemuinya di rumah makan khas Manado disekitar Jakarta. Harganya memang agak mahal, sekitar 40 ribu rupiah per porsi. Tapi nampaknya akan menjadi pengalaman ynag seru jika Anda berani mencicipinya, Bagaimana?

6. Sate kuda
Menu ini terbilang jarang ditemui di Jakarta. Salah satunya yang cukup terkenal adalah sebuah warung tenda di daerah Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Di warung pak Rehan ini, Anda bisa menemui beberapa menu olahan daging kuda seperti sate dan sop.

Dibandingkan dengan daging sapi atau kambing, daging kuda tidak memiliki lemak. Ini terbukti ketika dibakar, daging kuda tidak berasap. Ini menjadikan daging kuda relatif lebih aman dimakan untuk yang bermasalah dengan kolesterol. Namun memang rasa daging kuda kurang gurih jika dibandingkan sapi atau kambing.

Harganya cukup terjangkau, untuk satu porsi 20 tusuk sate kuda dihagai Rp 20.000, sedangkan untuk semangkuk sop kuda dihargai Rp. 15.000.

Berbagai sumber

loading…


[related_post themes="flat" id="2457"]

One Response to "Berburu Kuliner Unik di Jakarta"

  1. yuna  13 Juni 2014 at 11:53

    lw saya mau pesan giman caranya ?

    Balas

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia