Mengenang Asian Games 1962 di Jakarta

Mengenang Asian Games 1962 di Jakarta

Infojakarta.net – Indonesia tengah gegap gempita menggelar Asian Games 2018. Ini kali kedua negara kita menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar se-Asia ini dengan tempat pelaksanaan di Jakarta dan Palembang. Nah, kalian yang masih muda-muda pasti belum pernah menyaksikan acara bergengsi semacam ini sebelumnya, kan?

Asian Games 1962 di Jakarta

Faktanya, tahun 1962 silam Indonesia pernah berkesempatan menjadi tuan rumah Asian Games IV. Acara yang berlangsung dari 24 Agustus – 4 September 1962 di Jakarta ini diikuti sebanyak 1.460 atlet dari 17 negara-negara Asia lainnya. Saat itu ada 15 cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu:

  • Cabor atletik
  • Bulu tangkis (pertama kali dilombakan di Asian Games)
  • Bola basket
  • Tinju
  • Balap sepeda
  • Loncat indah
  • Hoki lapangan
  • Sepak bola
  • Menembak
  • Panahan
  • Renang
  • Tenis
  • Tenis meja
  • Polo air
  • Voli
  • gulat

Sedangkan 17 negara yang turut serta mengirimkan delegasinya adalah:

  1. Indonesia
  2. Afghanistan
  3. Myanmar
  4. Kamboja
  5. Srilanka
  6. Hong Kong
  7. India
  8. Jepang
  9. Malaysia
  10. Borneo Utara
  11. Pakistan
  12. Filipina
  13. Sarawak
  14. Singapura
  15. Korea Selatan
  16. Vietnam
  17. Thailand

Pada saat itu pihak penyelenggara memang memutuskan untuk tidak mengundang tim dari Israel dan Taiwan yang juga member dari Federasi Asian Games, guna menghormati negara-negara Arab dan Tiongkok yang kala itu sedang memiliki hubungan diplomatik yang kurang hangat.

Dengan moto “Madju Terus” (Ever Onward), Indonesia berhasil menempati posisi runner-up dalam hal perolehan medali—dikalahkan oleh Jepang. Saat itu, Indonesia memperoleh sebanyak 21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu. Asian Games 1962 dibuka secara resmi oleh Presiden Sokearno di Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan pembawa obor pertamanya bernama Efendi Saleh.

Persiapan Asian Games 1962

Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara Asian Games saat itu diputuskan sejak tahun 1958—artinya pemerintah hanya memiliki waktu sekitar 4 tahun untuk melakukan segala persiapan, termasuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan selama acara berlangsung.

Tidak hanya sarana olahraga, Presiden Sokearno juga menginstruksikan pembangunan Jembatan Semanggi dan Patung Selamat Datang di Bundaran HI sebagai bentuk ucapan selamat datang kepada para atlet dan tamu undangan yang saat itu menginap di Hotel Indonesia.

Asian Games 1962 pun menjadi semacam turning point atau titik balik bagi Indonesia di mata dunia. Prestasi besar yang diraih bangsa ini pada waktu itu menjadi semacam bukti bahwa Indonesia adalah negara yang pantas dibanggakan—bahkan meskipun belum lama merdeka.

loading…


[related_post themes="flat" id="15919"]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia