Background Image

Tidur yang Sehat, dengan Lampu Menyala atau Mati?

Infojakarta.net – Aktivitas wajib yang harus kita lakukan untuk mengistirahatkan tubuh kita adalah dengan tidur pada waktu yang tepat. Anak-anak dan remaja pada umumnya membutuhkan waktu kurang lebih 10 jam untuk tidur. Sedangkan orang dewasa membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam. Waktu tidur yang berlebihan juga tidak baik untuk tubuh karena dapat mengganggu sistem sirkulasi pencernaan.

Bukan hanya itu saja, penerangan lampu pun juga memberikan efek yang buruk bagi tubuh saat tidur. Berdasarkan penelitian dari para ahli, kita disarankan untuk tidur tanpa menggunakan penerangan sekecil apapun karena cahaya tetap dapat terdeteksi oleh kelopak mata walaupun kita telah tertidur dan akhirnya otak tidak dapat memproduksi melatonin.

Risiko Tidur Dengan Lampu Menyala

Tidur dengan kondisi lampu menyala, ternyata memberikan risiko berbahaya bagi kesehatan. Berikut disajikan beberapa gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan karena tidur dengan kondisi lampu menyala:

1. Menyebabkan insomnia

Para ahli mempercayai bahwa tidur dengan lampu menyala dapat menimbulkan efek biologis. Tingkat melatonin dapat berkurang dikarenakan penggunaan lampu pijar untuk penerangan kamar pada malam hari sehingga menimbulkan efek sulit tidur. Hal ini didasarkan pada studi yang dilakukan di Harvard. Tidur dengan menyalakan lampu, secara tidak langsung dapat menimbulkan efek insomnia.

Ternyata sekresi melatonin bukan hanya dipengaruhi oleh penggunaan lampu pijar saja namun dari segala tingkat pencahayaan pada malam hari  yang dapat kita temukan di dalam rumah seperti televisi, tablet elektronik maupun layar komputer. Gangguan pada ritme sirkadian dan penundaan pelepasan melatonin juga dapat dipengaruhi oleh pencahayaan layar komputer yaitu sekitar 5 jam sebelum tidur.

2. Menyebabkan depresi

Risiko depresi sangat dipengaruhi oleh gejala insomnia atau sulit tidur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada hewan pengerat terkait dengan pengaruh pencahayaan di malam hari walaupun redup layaknya lampu tidur dapat meningkatkan perubahan fisiologis seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry.

Cahaya redup di malam hari dapat meningkatkan depresi dan perubahan otak pada hewan pengerat seperti hamster. Hal ini terjadi karena terjadi penekanan melatonin dan ritme sirkadian yang mengalami gangguan. Gejala fisiologis tersebut akan menghilang jika kondisi pencahayaan normal seperti sedia kala.

3. Meningkatkan kemungkinan terkena kanker

Berdasarkan pengujian yang dilakukan terhadap 1.679 wanita di Chronobiology International menunjukkan bahwa pencahayaan di malam hari dapat memicu perkembangan kanker payudara. Pendapat lain mengatakan jika ritme sirkadian yang terganggu karena pencahayaan di malam hari dapat memicu pelepasan hormon stres sehingga dapat meningkatkan risiko kanker.

4. Cahaya buatan membuat badan gemuk

American Medical Association menemukan bahwa hal-hal yang mengganggu sirkulasi tubuh dapat menyebabkan berbagai risiko seperti diabetes tipe 2, depresi bahkan kegemukan. Sirkulasi ini mengendalikan beberapa hormon penting yang mempengaruhi mood, penyimpanan lemak dan nafsu makan seperti insulin, ghrelin dan serotonin.

5. Mempengaruhi menstruasi

Pada penelitian yang dilakukan terhadap 71.077 wanita dalam Nurse Health Study II menunjukkan jika tingkat pencahayaan pada malam hari mempengaruhi siklus menstruasi para pekerja wanita. Hal ini didasarkan dari adanya perputaran shift kerja. Semakin banyak waktu shift malam yang mereka terima maka semakin tidak teratur siklus menstruasi mereka. Hal ini dapat menunjukkan jika, pencahayaan mempunyai pengaruh penting terhadap keteraturan siklus menstruasi.

Setelah membaca uraian di atas, pastinya Anda tahu bagaimana cara tidur yang sehat. Haruskah Anda tetap menyalakan lampu atau mematikannya saat Anda tidur. Semoga bermanfaat.

Afriliana Ambarani

amartaciptakanaka@gmail.com

No Comments

Post a Comment

Password reset link will be sent to your email