Background Image

Sudah Tahu? Ternyata Inilah Perbedaan KRL, MRT dan LRT

Infojakarta.net – Kehadiran Mass Rapid Transit atau MRT di Jakarta mendapat sambutan yang bagus dari banyak pihak. Tak heran mengingat ini dapat menjadi satu transportasi yang diharapkan mampu mengurai kemacetan di ibu kota. Tapi, tahukah jika selain MRT, Jakarta juga memilih KRL? Mungkin masih banyak yang bingung perbedaan KRL dan MRT apalagi jika ditambah istilah lain yaitu LRT.

Tentunya ini banyak membuat orang bertanya-tanya terkait perbedaan ketiganya. Bahkan tak jarang yang menanyakan jika ketiganya memiliki kesamaan. Tapi tak perlu khawatir jika belum memahami perbedaan ketiganya, pasalnya semua akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.

Kereta Rel Listrik (KRL)

Untuk yang pertama akan dibahas di sini adalah Kereta Rel Listrik atau KRL. Kereta yang satu ini merupakan jenis kereta yang bergerak menggunakan sistem propulsi motor listrik. Di Jabodetabek sendiri KRL ini dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia yang memiliki operasi di sekitar wilayah Jakarta.

Jumlah jalur dari KRL ini saat ini mencapai 6 jalur. Selain itu KRL memiliki stasiun yang berjumlah 80 stasiun. Panjang rangkaian KRL ini beragam m mulai dari 4, 8,10 bahkan 12 untuk setiap rangkaiannya. Sejarah KRL sendiri sudah cukup lama di Indonesia. Pasalnya ia sudah hadir sejak tahun 1925. Dulu KRL lebih dikenal dengan nama Elektrische Staatsspoorwegen.

Daya tampung dari KRL ini juga cukup besar, hal ini dipengaruhi dari rangkaian kereta yang cukup panjang. Kapasitasnnya dapat mencapai 2.000 penumpang. Perlintasan KRL terdiri dari dua macam. Untuk perlintasan layang serta di atas tanah.

Moda Raya Terpadu (MRT)

Selanjutnya yang akan dibahas di sini adalah Moda Raya Terpadu atau yang biasa disebut MRT. Ini merupakan moda angkutan massal yang baru saja digunakan di Jakarta. Jumlah stasiun dari MRT masih kalah jika dibanding dengan KRL, yaitu 13 stasiun. Pengoperasian MRT berada di bawah PT Mass Rapid Transit Jakarta.

Waktu antara yang diperlukan untuk MRT cukup singkat, yaitu 5 sampai dengan 10 menit. Ini tentu cukup menghemat waktu bagi para pengguna MRT. Saat ini MRT merupakan BUMN yang modalnya berasal dari Pemerinta Provinsi DKI Jakarta.

Jika dibandingkan KRL, kapasitas MRT memang lebih sedikit, yaitu mencapai 1.950 penumpang. Ini juga berhubungan dengan rangkaian keretanya yang memang lebih sedikit, yaitu 6 kereta. Untuk rute yang dapat dilalui dari MRT sendiri juga mencakup dua rute. Untuk rute yang pertama adalah rute layang, sedangkan rute yang selanjutnya adalah rute bawah tanah.

Lintas Rel Terpadu (LRT)

Untuk moda transportasi yang akan dibahas selanjutnya, yaitu Lintas Rel Terpadu atau LRT memnag belum beroperasi di Indonesia. Ini merupakan sebah sistem kereta api penumpang yang umumnya banyak ditemukan di wilayah perkotaan.

Secara umum banyak yang menyebutnya sebagai Trem. Moda transportasi seperti ini banyak digunakan di daerah negara-negara Eropa. Bahkan seiring dengan kemajuan zaman, ada banyak LRT yang beroperasi tanpa masinis.

LRT memiliki perbedaan dengan MRT maupun KRL. Perbedaan utamanya terletak dari rangkaian kereta. Dimana LRT memiliki rangkaian kereta yang lebih sedikit, yaitu 2 sampai 4 rangkaian. Itulah yang menyebabkan daya tampung penumpang dari LRT relatif lebih rendah, 600 penumpang. Untuk pemilihan perlintasan hanya dilakukan di satu tempat, yaitu perlintasan layang.

Ternyata ada banyak perbedaan yang dimiliki oleh LRT, MRT serta KRL ya. Berbagai informasi tentang perbedaan ketiganya mungkin akan menambah pemahaman bagi yang masih bingung terkait ketiganya.

Afriliana Ambarani

amartaciptakanaka@gmail.com

No Comments

Post a Comment

Password reset link will be sent to your email