Stereomantic Membagi Rasa Baru Dan Energi Yang Tertunda

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Setelah hadir dengan rilisan pertama mereka (self-titled) tahun 2006 melalui Aksara Record, disusul dengan album “Cyber Superstar” pada tahun 2011 – yang diedarkan gratis secara free download melalui situs mereka-, stereomantic, duo electro-pop asal Jakarta ini merasa bahwa tahun 2017 merupakan saat yang tepat untuk kembali bermusik.

Album ke-3 ini direncanakan rilis pada tahun 2016, bertepatan dengan 10 tahun keberadaan stereomantic, akan tetapi perencanaan yang lebih matang dan pengerjaan aransemen dengan konsep yang berbeda dari dua album sebelumnya, menyebabkan penundaan waktu sekitar 1 tahun. “stereomantic akan memberikan nuansa dan aransemen terbaik mereka tahun ini”, ujar Aroel.

Proses pengerjaan album yang panjang ini akan menampilkan keseluruhan karya yang lebih dewasa, dikemas dalam format band plus rasa kekeluargaan, dengan misi memperkenalkan karya mereka secara lebih luas lagi di kancah industri musik Indonesia. Meski secara perjalanan bermusik, Aroel dan Maria secara terpisah sudah berkarya jauh sebelum itu bersama band mereka masing-masing –planetbumi dan Klarinet–, namun proyek band ini bisa dibilang langkah baru dalam karir bermusik stereomantic.

‘Hingga Ku Tiada’ adalah single pertama yang dipilih. Lagu yang diciptakan Aroel tahun 2006 ini awalnya merupakan hadiah pernikahan untuk sang calon istri, bercerita tentang dinamika relasi dan pencapaian akhir dari semua pasangan, sekaligus menjadi hadiah valentine di tahun 2017 bagi para pecinta musik yang rindu akan aransemen dan alunan vokal dari stereomantic sebelum album ke-3 mereka resmi dirilis. Nuansa baru pada musik mereka di lagu ini seolah menegaskan bahwa karya-karya mereka tidak saja enak diperdengarkan secara elektronik, akan tetapi aransemen Aroel juga mampu mengajak para pendengar untuk ikut bersenandung serta bernyanyi bersama lantunan suara Maria. Proses pembuatan single ini dibantu sepenuhnya oleh rekan-rekan musisi seperti Pugar Restu Julian (drum), Ardi Smith (bass), Sony (flute), Seno (trumpet), dan Joely (trombone).

Album yang akan dirilis di bulan Mei dan dikemas dalam bentuk double album ini bertajuk “Golden Sun and Silver Moon”, berisikan 18 lagu lama yang diaransemen ulang. Tema sentral dualisme ‘siang-malam’, ‘terang-gelap’, ‘matahari-bulan’ akan direpresentasikan lewat komposisi pemilihan lagu, dimana 9 lagu yang lekat didengar saat terang akan masuk di CD “Golden Sun” dan 9 lagu lainnya yang dirasa nyaman dinikmati saat gelap akan masuk di CD “Silver Moon”. Sementara secara visual tema album ini digambarkan dengan apik oleh ilustrator Mayumi Haryoto.

Single ‘Hingga Ku Tiada’ bisa diunduh melalui iTunes mulai tanggal 21 Februari 2017, sedangkan kaset EP rencananya akan dirilis bertepatan dengan Record Store Day 22 April 2017, dan album “Golden Sun and Silver Moon” itu sendiri baru bisa di-pre order via stereomantic@yahoo.com pada tanggal yang akan ditentukan kemudian.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
loading…


QWords
CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia