Peluncuran Album Penuh Pertama 70sOC Electronic Love

Peluncuran Album Penuh Pertama 70sOC Electronic Love

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Trio funk rock asal Bandung, 70sOC yang sebelumnya dikenal sebagai 70s Orgasm Club, kembali merilis album penuh perdana terbarunya yang berjudul Electric Love pada hari ini, Kamis 23 Februari 2017.

Trio yang telah merilis mini album Supersonicloveisticated pada tahun 2011 ini kini muncul dengan citra baru. Nama yang disingkat, personil baru Gantira Sena (drum) dan Galant Yurdian melengkapi Anto Arief (vokal/gitar), keterlibatan Tesla Manaf sebagai produser dan menulis lagu-lagu baru berbahasa Indonesia. Dirilisnya album penuh perdana Electric Love ini sekaligus menjadi penanda babak baru bagi grup musik ini.

Judul Electric Love dipilih karena menggambarkan tema album ini yaitu: sengatan cinta atau getaran rasa kasih. Tema cinta hadir melalui sembilan lagu yang ada di album ini dari cinta untuk dunia dan bumi kita, untuk manusia, untuk pasangan dan orang terdekat, hingga penyesalan karena cinta, hal-hal bodoh yang kita lakukan karena cinta serta rasa ketertarikan pada pandangan pertama.

Electric Love juga dipilih karena menggambarkan perkembangan musikalitas baru 70sOC yang lebih menyengat dan menggetarkan. Dengan sentuhan funk lebih kental, aransemen yang lebih berwarna, dibantu dibantu musisi tambahan seperti Faishal M. Fasya (kibor), Pangestu Bhawana (seksi gesek), Ayla Adjie (perkusi), Bonny Buntoro (saksofon) plus Brury Effendi (trompet) hadir memperkaya musik 70sOC. Spesial untuk trompet karena banyak solo trompet yang menjadi penyeimbang melodi-melodi gitar Anto Arief.

Album Electric Love mendapat banyak pengaruh dari musik 70an, terutama funk. Dengan pengaruh Jimi Hendrix, James Brown, Gil Scott-Heron, hingga Benyamin S, serta musik soul/funk era 90an hingga kini seperti Corduroy, Lenny Kravitz, Lettuce dan the Roots. Untuk desain sampul, konsepnya memarodikan elemen-elemen ala poster film-film aksi, fiksi ilmiah dan Blaxploitation di era 70an. Dikerjakan oleh seniman bergaya retro-futuristik, Nurrachmat “Ito” Widyasena yang terbiasa bermain-main dengan elemen retro futuristik dan gemar membuat kolase berbagai gambar dari internet dan menghasilkan gambar baru dengan gaya kitsch dan parodi.

Yang spesial pada album Electric Love ini adalah warna dan dinamika lagu-lagunya. Dari funk tempo tinggi “Angelic Wing Machine”, tempo sedang “Electric Popsicle”, funk kalem “Funky Thang” dan, funk sendu “Yellow Mellow”, semi-disko “Satu Cinta”, hingga rock ugal-ugalan “Shout!” hadir melengkapi album ini. Dari sembilan lagu, empat lagu berbahasa Indonesia. Ada lagu “Lawan” yang berbicara tentang pernyataan sikap, “Nongkrong 70” tentang tren anak muda saat ini, “Satu Cinta” tentang kondisi dunia saat ini, “Plastik Fantastik” tentang hal-hal artifisial dan benda-benda sekali pakai di bumi.

Dari jeda 5 tahun ke album baru, proses rekaman album ini sendiri terbilang singkat dan efektif hanya 2 bulan yaitu bulan Juni dan Agustus. Selain menguasai aransemen dan teknik rekaman, manajemen waktu Tesla yang sangat baik berperan vital di sini. Akhirnya setelah 12 tahun berdiri, 5 tahun mulai menulis lagu-lagu baru dengan personil baru, hanya dibutuhkan 2 bulan untuk rekaman plus beberapa bulan untuk perencanaan promosi hingga kini album ini bisa ada di tangan Anda.

70sOC – Electric Love

  1. Angelic Wing Machine
  1. Funky Thang
  1. Yellow Mellow
  1. Nongkrong 70
  1. Lawan
  1. Satu Cinta
  1. Electric Popsicle
  1. Shout!
  1. Plastik Fantastik

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
loading…


QWords
CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia