Pasar Baru Sejarah Kawasan Belanja Peninggalan Belanda

Pasar Baru Sejarah Kawasan Belanja Peninggalan Belanda

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Infojakarta.net – Pasar Baru merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang erat kaitannya dengan sejarah perkembangan kota Jakarta. Salah satu warisan bangsa Belanda selama 350 tahun penjajahannya di Indonesia ini masih bertahan hingga kini dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat umum. Pusat perbelanjaan warisan kolonial Belanda yang dibuka oleh Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1820 ini dibangun untuk mengembangkan Weltevreden, sebuah daerah di selatan Batavia yang dirancang untuk pusat pemerintahan yang baru.

Pasar Baru dibuka oleh Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1820

Pasar Baru dibuka oleh Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1820

Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang sudah lebih dulu berdiri yaitu pada tahun 1733 oleh Justinus Vinck, tuan tanah pada masa itu. Untuk membedakannya dengan kedua pasar itulah pasar yang dibuka oleh Daendels ini dinamakan Passer Baroe. Pasar ini pada awalnya hanya berupa pasar sederhana tempat dimana pedagang pribumi menjual hasil kebunnya dan pedagang kelontong Tionghoa membuka tokonya. Toko-toko yang dibangun di pasar ini pun di buat dengan gaya arsitektur Tionghoa dan Eropa. Orang yang datang dan berbelanja disini adalah orang Belanda yang tinggal di Rijswijk (Jalan Veteran), kawasan yang dibangun oleh pemerintah Belanda untuk orang-orang kaya di Batavia.

Perpaduan gaya arsitektur Tionghoa dan Eropa di Pasar Baru

Perpaduan gaya arsitektur Tionghoa dan Eropa di Pasar Baru

Sungai Ciliwung yang mengalir di depan Pasar Baru dulu terkenal karena sangat bersih sehingga sering dimanfaatkan oleh masyarakat Tionghoa untuk mengadakan lomba perahu yang dilakukan dalam rangka pesta Peh Cun, perayaan etnis Tionghoa di Batavia. Tradisi Peh Cun digelar setiap tanggal lima penanggalan Tionghoa, puluhan perahu dihias dan berlomba menyusuri Sungai Ciliwung untuk mendapatkan batang bambu berdaun yang diikat dengan sapu tangan.

Baca juga : Blok M Potret Sosial Remaja Ibukota Pada Masanya

pasar baru

Sungai Ciliwung yang sering di manfaatkan untuk lomba perahu dalam rangka pesta Peh Cun

Seiring berjalannya waktu, tidak hanya etnis Tionghoa yang berkembang di Pasar Baru. Etnis India pun berkembang di daerah perbelanjaan ini, terutama di bidang garmen dan tekstil. Pada masanya, kawasan perbelanjaan ini terkenal dengan industri pakaian jadi sebelum akhirnya tersisihkan oleh Pasar Mangga Dua dan Pasar Tanah Abang. Para pedagang India ini memang telah lama bersaing dan berdagang di kawasan perbelanjaan ini, mereka telah bersaing dan berbaur dengan pedagang Tionghoa dan pedagang pribumi sejak berdirinya Pasar Baru.

pasar baru

Pasar Baru, salah satu sentra perdagangan di pusat Jakarta

Perkembangan era modernisasi yang sangat cepat membuat kawasan belanja ini sempat mengalami penurunan dan mulai ditinggalkan pengunjungnya. Hal ini membuat pemerintah DKI Jakarta turut campur tangan untuk mengangkat kembali kawasan ini dan menetapkan Pasar Baru dan sekitarnya sebagai kawasan belanja bertaraf internasional melalui SK Gubernur No. 3048 tahun 2000. Sekarang ini, kawasan Pasar Baru masih menjadi salah satu sentra perdagangan di pusat Jakarta. Berbagai barang dagangan tersedia cukup lengkap untuk beragam kebutuhan konsumen, mulai dari sepatu, tekstil, baju, jam tangan, dan lain sebagainya.

Pertanyaan yang muncul, dapatkah kawasan belanja peninggalan kolonial Belanda ini bertahan di tengah gencarnya pembangunan mall dan hypermarket di Jakarta?

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
loading…


QWords
CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia