Menyiapkan Masa Depan Anak Melalui Dana Pendidikan

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

tabungan-pendidikan

Pertanyaan:

Dear Mba Prita,

Saya ibu rumah tangga (30th) dengan satu orang anak berusia 2,5 tahun. Mungkin saya adalah orang yang mempunyai ketakutan paling tinggi menyangkut masa depan anak saya. Karena ketakutan ini pula, setiap kali saya mendapatkan rejeki selalu saya ‘save’ untuk anak saya. Masalahnya, saya belum yakin benar mengenai produk asuransi walaupun sudah banyak sekali yang menawari, saya selalu berpikir mengenai nilai uang yang akan saya terima kelak katakanlah 15 tahun lagi ketika anak saya beranjak kuliah, apakah nilai 100 juta masih akan bernilai sebanyak seperti sekarang?

Saat ini saya memiliki tabungan deposito berupa mata uang dollar yang saya simpan untuk kepentingan anak kelak, pertimbangan saya adalah nilai dolar yang selalu stabil dari waktu ke waktu. Saya juga berencana berinvestasi dalam bentuk emas karena harganya selalu naik dan tingkat likuiditasnya yang tinggi. Perlukah saya ikutkan anak saya pada asuransi pendidikan?

Jawaban:

Langsung saja ya, berhubung ibu mampu menyisihkan penghasilan untuk dana pendidikan anak, saya sarankan jangan ambil asuransi pendidikan. Riset membuktikan, hasil akan lebih efisien jika ibu berinvestasi secara terpisah sekaligus mengambil perlindungan asuransi jiwa murni (Term Life).

Untuk anak ibu yang berusia 2,5 tahun, saya buatkan tabel kebutuhan dana pendidikan. Berhubung saya tidak mendapat informasi mengenai jenis sekolah, saya menggunakan biaya sekolah swasta nasional umum di Jakarta dan biaya kuliah universitas negeri seperti UI dan ITB.

Sekolah Kapan Berapa Lama Lagi Durasi Uang Pangkal Uang Tahunan Kebutuhan Dana
Playgroup 2013 3 tahun 2 tahun 2,000,000 0 2,963,088
Sekolah Dasar 2015 5 tahun 6 tahun 15,000,000 0 28,881,219
Sekolah Menengah Pertama 2021 11 tahun 3 tahun 20,000,000 0 84,524,646
Sekolah Menengah Umum 2024 14 tahun 3 tahun 25,000,000 0 156,533,728
Strata 1 2027 17 tahun 4 tahun 100,000,000 50,000,000 2,608,688,321

Berdasarkan hitungan matematis, dengan asumsi tingkat inflasi 14% per tahun, maka total kebutuhan dana pendidikan untuk buah hati dari mulai taman kanak-kanak hingga kuliah sebesar 2,8 milyar rupiah.

Umumnya, para orang tua saya sarankan untuk menyiapkan paling tidak uang pangkalnya. Untuk biaya sekolah bulanan, bisa diperoleh dari anggaran rutin. Akan halnya biaya kuliah, saya sarankan langsung siapkan untuk pangkal dan tahunan. Karena dalam skala prioritas, pendidikan S1 merupakan yang terpenting. Nah, berdasarkan ilustrasi tersebut, saya tidak bisa bayangkan berapa jumlah premi yang harus dibayar jika uang pertanggungan mencapai 2 milyar!

Keputusan menyimpan harta dalam bentuk deposito adalah tepat untuk keperluan sekolah TK dan SD. Untuk yang lain, ibu harus mau berinvestasi di reksadana saham agar dapat mengejar naiknya biaya akibat inflasi.

Prita Ghozie (@PritaGhozie, ZAP Finance)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
loading…


QWords
CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia