JKTMovein Di Tengah Fenomena Awkarin

JKTMovein Di Tengah Fenomena Awkarin

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Di tahun ketiganya ini, JKTMOVEIN berencana mengambil tantangan baru, yaitu mengadaptasi
salah satu film terbaik Indonesia menjadi sebuah pertunjukan drama musikal, yang rencananya akan
dipentaskan bulan Mei 2017. Audisi berikutnya akan digelar menjelang akhir tahun.

Untuk mendukung aksi tersebut, JKTMOVEIN juga akan meluncurkan buku “Produksi Drama Musikal: Dari Ide ke Panggung” dan mendirikan studio latihan sebagai sarana dalam mengedukasi dan menginspirasi generasi muda.

Berawal dari mimpi sekelompok anak muda Jakarta untuk menciptakan perubahan melalui karya seni, Jakarta Movement of Inspiration terbentuk pada Januari 2014 silam. Pada tahun pertamanya, komunitas yang kemudian lebih dikenal dengan nama JKTMOVEIN (baca: Jakarta move in) ini langsung mencuri perhatian masyarakat melalui drama musikal bertajuk “Musikal Sekolahan” (Teater Jakarta, Agustus 2014) yang tercatat sebagai kolaborasi pemuda terbesar di Jakarta dalam bidang seni pertunjukan, dengan melibatkan ratusan pemuda dan menarik lebih dari 2000 penonton

Kembali melakukan gebrakan di tahun kedua, JKTMOVEIN yang didukung oleh Kemendikbud menyaring ribuan pemuda yang mayoritas merupakan pelajar SMA dan mahasiswa dalam audisi untuk bergabung dalam produksi drama musikal keduanya “GEMURUH” (Teater Jakarta, Agustus 2015). Hanya kurang lebih seratus orang yang terpilih untuk bergabung menjadi pemeran, musisi, dan kru panggung. Bersama-sama, mereka menciptakan sendiri karya seni original yang kembali menarik ribuan penonton dan menyampaikan pesan-pesan positif. Kini, bergabung dalam JKTMOVEIN telah
menjadi cita-cita bagi ribuan pemuda Jakarta.

Komunitas yang telah tumbuh dan berperan sebagai wadah pemuda untuk menciptakan perubahan melalui karya seni ini didukung oleh sejumlah tokoh ternama seperti Chelsea Islan, Anies Baswedan, Mira Lesmana, Riri Riza, Karina Salim, Indra Aziz, Teza Sumendra, Panji Pragiwaksono, dan Danang ‘The Dandees’.

Dunia seni dan media saat ini semakin menyita perhatian generasi muda. Sayangnya, konten kesenian dan media yang tengah mendapat sorotan saat ini didominasi oleh konten seperti Awkarin. Ditengah ricuhnya citra kreatifitas pemuda, terdapat satu komunitas yang semakin tergerak untuk mengajak pemuda menciptakan karya yang positif dan berkualitas.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
loading…


QWords
CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia