Festival Film, Musik, Makan Tahun 2017

Festival Film, Musik, Makan Tahun 2017

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Acara Festival Film, Musik, Makan Tahun 2017,  menjadi sebuah festival tahunan yang diadakan atas inisiasi dari distribusi film Yayasan Cipta Cita Indonesia yang bernama Kolektif untuk menghadirkan booth-booth sajian lezat yang menyediakan beragam menu makanan sambil menikmati pemutaran film dan pertunjukan musik. Di tahun keempat ini, aku berkesempatan hadir pada acara yang diadakan di institute kebudayaan Jerman, Goethe-Institut (Menteng-Jakarta Pusat) pada hari Sabtu, 4 Maret 2017 lalu.

Hanya dengan membawa donasi sebesar IDR 200.000 sebagai pengganti tiket masuk, aku bisa nikmati festival ini seharian penuh dari pukul 12.00-23.00 WIB. Penyelenggaraan festival tahun ini terbilang lebih fokus karena diadakan hanya satu hari saja, meskipun sesi pemutaran film-film pendek di tahun ini ditiadakan. Walaupun aku sedikit kecewa jika sesi ini dihapuskan karena aku berharap bisa memutar film pendek karyaku di festival semacam ini.

Dari semua agenda dalam festival tahun ini. Aku paling menikmati saat menonton tiga film terpilih yang ditayangkan dalam acara ini. Film terpilih biasanya belum beredar di pasaran karena terlebih dahulu diikutkan ke berbagai festival penghargaan dan telah mendapat prestasi skala lokal dan internasional.

Film pertama TURAH, sebuah film panjang perdana yang digarap oleh Wicaksono Wisnu Legowo dan diproduseri oleh Ifa Isfansyah dibawah naungan rumah produksi Four Colurs Film. Film TURAH sudah mengantongi beberapa penghargaan Special Mention Asian Feature dalam ajang Singapore International Film Festival 2016 dan juga GEBER & NETPAC Awards di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2016.

Selain itu, ada juga film APPRENTICE karya sutradara asal Singapura, Boo Junfeng. Melalui film ini, Junfeng juga mendapat gelar sebagai Rising Director di Busan International Film Festival 2016. Film ini pun masuk sebagai Official Selection Un Certain Regard – Cannes Film Festival 2016. Film ini juga mewakili Negara Singapura untuk bersaing dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dalam Academy Awards ke-89. Dalam festival tahun ini juga diadakan sesi tanya jawab dengan Raymond Phathanavirangoon (produser film Apprentice) usai penayangan. Pasangan sineas Riri Riza dan Mira Lesmana juga turut memberi apresiasi terhadap film ini ditengah bangku penonton.

Film terakhir yang diputar pada Festival Film, Musik, Makan, merupakan karya film sineas lokal, yaitu film panjang perdana berjudul Ziarah karya BW Purbanegara produksi Limaenam Films. Film ini juga sudah mendapat penghargaan sebagai Best Asian Feature Award di Salamindanaw Asian Film Festival 2016.

Untuk melengkapi acara di panggung musik, tampil grup musik, Pandai Besi yang menampilkan single terbaru mereka berjudul “rintik”. Musisi ini terbentuk sebagai grup kolektif dari band Efek Rumah Kaca. Pandai Besi memulai debut sejak tahun 2013 dengan albumnya Daur Baur. Pandai Besi juga meraih predikat Album Lokal Terbaik versi majalah Tempo di tahun 2013. Penampilan Pandai Besi yang menyapa pecinta musik indie begitu melarutkan malam para penonton untuk ikut berdendang.

Adapun suguhan menu kuliner lezat tahun ini dipersembahkan oleh Lapak Makan Sineas. Ada tiga sineas Indonesia yang tidak hanya berkontribusi memberi tontonan alternatif tetapi juga meracik bumbu dan makanan yang siap dinikmati. Lola Amaria (aktris dan peraih Best Director JIFFEST 2010) yang juga peracik makanan di Nasi Pedes Cipete, menyajikan Mie Ayam Kecombrang. Batara Goempar (sinematografer film Aach… Aku Jatuh Cinta-2016 dan Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar-2014) menyajikan makanan khas Batak Panggang Bro lengkap dengan sambal adalimannya dan sayur pakis. Aline Jusria (penyunting gambar peraih Piala Citra 2010), menyajikan Loenpia Semarang dan Sego Cempluk sebagai olahan resep keluarga.  Sineas-sineas tersebut memberi santapan yang terasa enak di Festival Film Musik Makan 2017.

Film, musik, dan makan memang menjadi simbol generasi millennial yang selalu suka mencoba hal-hal baru. Festival ini berusaha mempersatukan penggemar film, musik, dan makanan yang terkadang generasi tersebut sudah memiliki passion tersendiri. Semoga di tahun depan festival ini semakin berkembang dan diminati semua kalangan.

 

Ditulis oleh 

Achmad Humaidy
Twitter @me_idy
Instagram @me_eksis
0857-1143 1503

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
loading…


QWords
CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia