Barongsai Bukan Lagi Sekadar Pertunjukan

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Pertunjukan Barongsai adalah tarian tradisional China dengan menggunakan kostum atau sarung yang menyerupai singa. Kesenian berusia ribuan tahun ini diperkirakan masuk di Indonesia pada abad-17, ketika terjadi migrasi besar dari China Selatan. Geliat barongsai di tengah perpolitikan Indonesia menjadi bagian dari sejarah budaya Tionghoa di negeri ini.

Masa kejayaan kesenian barongsai adalah saat masih adanya perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan atau Rumah Perkumpulan Tionghoa, yakni sebuah organisasi yang didirikan tanggal 17 Maret 1900 oleh beberapa tokoh keturunan Tionghoa di Jakarta (waktu itu bernama Batavia).

Setiap perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan di berbagai daerah di Indonesia hampir dipastikan memiliki sebuah perkumpulan barongsai. Perkembangan barongsai kemudian berhenti pada tahun 1965 setelah meletusnya Gerakan 30 S/PKI. Situasi politik pada waktu itu membungkam paksa segala macam bentuk kebudayaan Tionghoa di Indonesia. Barongsai pun dimusnahkan dan dilarang dimainkan lagi.

Namun, perubahan situasi politik setelah tahun 1998 membangkitkan kembali kesenian barongsai dan kebudayaan Tionghoa lainnya. Banyak perkumpulan barongsai kembali bermunculan. Bahkan dalam perkembangannya sekarang, tak hanya kaum muda Tionghoa yang memainkan barongsai, tetapi banyak pula kaum muda pribumi Indonesia yang berminat bergabung.

Saat ini barongsai di Indonesia bukan sekadar pertunjukan tapi juga cabang olahraga yang telah meraih prestasi di kejuaraan-kejuaraan dunia. Sebut saja beberapa nama yang di antaranya dari Jakarta yakni Kong Ha Hong (KHH) Jakarta, Dragon Phoenix (DP) Jakarta, Tri Pusaka Solo, Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Padang, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tarakan, Satya Dharma Kudus.

Barongsai Himpunan Bersatu Teguh (HBT) dari Padang meraih juara 5 pada kejuaraan dunia di Genting, Malaysia pada tahun 2000. Lalu, PSMTI berhasil meraih juara 1 pada suatu pertandingan dunia yang diadakan di Surabaya pada tahun 2006. Perguruan barongsai Tri Pusaka Solo pada pertengahan Agustus 2007 lalu memperoleh Juara I President Cup.

Dalam peringatan Hari Proklamasi ke-65 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2010 di Istana Negara, tim barongsai Kong Ha Hong diundang secara khusus oleh pemerintah untuk menunjukkan aksinya.

Ini merupakan bentuk penghargaan atas kesenian yang sudah mengharumkan nama Indonesia di berbagai pentas pertandingan Internasional.

Berikut ini alamat perguruan barongsai di Jakarta “Kong Ha Hong”: No.49, Jl. Pinangsia Raya, RT.8/RW.5, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
loading…


QWords
CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia