Asimilasi Kultur Budaya Betawi

Asimilasi Kultur Budaya Betawi

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Betawi merupakan salah satu suku yang sangat terkenal di Indonesia karena suku ini memiliki kekayaan budaya yang khas. Sebetulnya sejarah asal usul suku Betawi terjadi pada abad tua dimana masa tersebut sebelum munculnya Kerajaan Galuh dan Padjajaran yang merupakan kerajaan Hindu. Dalam perjalanannya, suku ini mengalami beberapa tahap dan melibatkan beberapa tokoh yang terlibat dalam sejarah suku Betawi.

Pada zaman dahulu ada seorang tokoh yang bernama Aki Tirem dimana orangtua dari Aki Tirem ini berasal dari dua kerajaan yang berbeda yaitu ayahnya dari Mataram Kuno dan Ibunya merupakan percampuran antara Jawa Timur dan Kutai. Aki Tirem hidup serta membuat priuk yang sekarang menjadi wilayah Jakarta. Untuk menjadikan tempat tinggal, sebelumnya Aki Tirem harus membabat alas dan menundukkan bangsa ghaib.

Seiring berjalannya waktu, usia Aki Tirem semakin lanjut. Bahkan keluarga Aki Tirem sering mendapat serangan dari para bajak laut yang juga melakukan perampokan. Akan tetapi karena usianya yang sudah lanjut membuat Aki Tirem tak bisa menghadapi sendiri serangan para bajak laut ini. Oleh karena itu ia mencari bantuan dari seseorang. Seseorang yang dimintai bantuan oleh Aki Tirem tersebut adalah Dewawarman.

Dewawarman ini merupakan seseorang yang berilmu, pedagang, perantau yang berasal dari India. Pada saat Dewawarman tiba di Indonesia, ia mendapati bahwa wilayah yang sekarang menjadi Jakarta telah memiliki penguasa setempat yaitu Aki Tirem. Kemudian Dewawarman akhirnya menikah dengan putri Aki Tirem yang bernama Dewi Pwahaci Larasati. Sejak saat itu Dewawaraman menjadi penerus kekuasaan setelah Aki Tirem Wafat.

Semenjak kekuasaan dilanjutkan oleh Dewawarman ini kemudian berdirilah sebuah kerajaan pertama yang diberi nama Salakanagara Rajaputra. Secara turun temurun kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang diberi gelar Dewawarman I hingga Dewawarman IX. Sejak saat itu muncullah kerajaan-kerajaan di wilayah tersebut sehingga berpengaruh pada peradaban suku yang ada di sekitar Jakarta yang disebut sebagai suku Betawi serta menjadi awal sebelum kerajaan Galuh dan Padjajaran.

Suku Betawi juga mengalami asimilasi kultur yang dipengaruhi oleh negara pendatang diantaranya Arab, China, dan Portugis. Selain itu juga terjadi pengadopsian kultur yang terjadi pada era perjuangan menuju kemerdekaan. Asimilasi kultur ini berpengaruh pada seni pakaian, musik, tarian, lagu, alat musik dan lain sebagainya. Akan tetapi, ternyata masih banyak suku Betawi yang tidak mengetahui Betawi Kuno yang sudah eksis sejak lama. Karena pada umumnya suku ini hanya mengenang serta mengenal kultur perjuangan Betawi yang terjadi pada masa Nyai Dasima, Pitung dan toko lainnya.

Itulah penjelasan mengenai asimilasi kultur suku ini yang bisa menambah wawasan Anda tentang sejarah budaya Betawi. Meskipun Anda bukan termasuk suku Betawi, namun tak ada salahnya jika Anda mengetahui seluk beluk kultur suku ini  yang merupakan bagian dari kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
loading…


QWords
CityHype
Gizmo.id
The GeoTimes
Islandnesia