Background Image

Alami Penundaan, Jokowi Janjikan ERP Tetap Tahun Ini

erp

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengungkapkan penerapan sistem Electronic Road Pricing terpaksa harus ditunda. Ia menjelaskan penundaan ini dikarenakan karena terbentur masalah peraturan. Menurutnya ada beberapa peraturan yang tidak bisa ditabrak. Namun demikian ia menegaskan bahwa tahun ini penerapan sistem ERP tersebut sudah bisa dilaksanakan dalam tahun ini juga. Saat ini proses penerapan sudah sampai pada tahap tender perusahaan yang akan menjadi operator penerapan sistem tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) mejelaskan hingga saat ini proses penerapan ERP masih menunggu kesiapan investor. Menurutnya ada beberapa perusahaan yang akan terlibat di dalam proyek ini termasuk salah satu Badan Usaha Milik Daerah PT Jakarta Komunikasi (Jakom).

Ahok juga sudah meminta kepada investor untuk melakukan uji coba pemasangan sebelum masuk ke tahap tender ke Deputi Perdagangan dan Transportasi DKI Jakarta. Ia juga menjanjikan penerapan ERP ini akan berjalan pada tahun ini, namun bukan pada bulan April seperti target awal karena masih mempersiapkan Perda untuk menarik dana.

Sementara itu PT Jakarta Propertindo selaku konseptor proyek akan melakukan sosialisasi sistem ERP ini mulai bulan Mei. Saat ini pihak perusahaan sedang menyusun Detailed Enginering Design (DED). Sosialisasi ini direncanakan akan dilakukan di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan. Ruas jalan ini dipilih menggantikan ruas Jalan Sudirman hingga MH Thamrin seperti rencana awal sebab di kedua ruas jalan tersebut sedang dilakukan proyek MRT.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya menjelaskan sosialisasi ini berbeda dengan uji coba. Saat sosialisasi para vendor akan memasang alat mereka di ruas jalan tersebut agar masyarakat paham mengenai ERP dan mengerti cara kerjanya.

Proyek ERP merupakan salah satu program Jokowi-Ahok untuk mengatasi kemacetan ibu kota. Program lainnya adalah pembangunan ruas tol baru, penerapan ganjil-genap, terowongan Multi-Guna (Deep Tunnel), MRT dan Monorel, peningkatan pelayanan Transjakarta termasuk penambahan tiga koridor baru, serta zonasi tarif parkir.

Sumber: Tempo

administrator

oellant79@gmail.com

No Comments

Post a Comment

Password reset link will be sent to your email